PENGENALAN TENTANG IDEALISM MUSIC ELEMENTER ROCK

Mengenal Jenis Genre Musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Indie Label VS Major Label indonesia

Pergerakan indie label di Indonesia adalah fenomena yang pada saat ini terlihat cukup berkembang drastis. Hal itu terjadi karena ada gerakan penolakan terhadap major label yang terkesan menekan kreatifitas dari seorang musisi itu sendiri. Idealisme sangat kental di dunia indie label. Hal ini cukup mempengaruhi warna musik yang mereka sajikan. Sangat beragam dan memiliki karakter yang cukup kuat. Lain halnya dengan musisi major label yang terkesan di patok dalam membuat suatu karya. Mungkin pasaran lah yang menentukan karya-karya mereka dipatok label seperti itu.
Dalam setiap fenomena tentu ada pro dan kontra. Namun di kalangan orang yang memilih ini cenderung menentang major label. Hal ini biasanya terbentuk dari pengalaman pribadi para musisi yang ditolak maupun merasakan sendiri dibodohinya mereka oleh salah satu major label. Permainan di belakang major label lah yang biasanya menghancurkan suatu band itu sendiri. Band yang masuk label pada saat ini seperti hanya dimanfaatkan, pada bulan-bulan pertama memang mereka dikenal. Namun bulan-bulan selanjutnya mereka dilupakan konsumen. Mengapa begitu? Karena karya-karya yang ditampilkan tidak kreatif. Banyak sekali band yang mengikuti band-band sebelumnya yang sudah terkenal. Karakter yang mereka tampilkan adalah karakter band-band sebelumnya sukses di blantika music Indonesia. Terkesan tidak kreatif kan? Memang sebenarnya itulah yang membedakan musisi indie dan major label.
Dalam indie label dibutuhkan kreatifitas yang sangat kuat. Suatu pemikiran-pemikiran hebat sangat diperlukan disini. Hal-hal seperti itulah yang bias membuat musisi indie label terangkat ke permukaan dan bahkan mungkin sekarang indie label telah menjadi trend di Indonesia terutama di bandung. Seperti salah satu band indie dari bandung yang bernama LITTLE THINK. Band yang bergenre alternatif poprock ini dengan lantang menentang major label. Pergerakan mereka di indie label sangat pesat. Mereka berpendapat bahwa para musisi major label tidak ada yang mandiri. Pemikiran mereka terpaku hanya pada major label. Mereka hanya sebatas membuat karya, mengirim demo ke label dan bila gagal mencoba lagi lain kali. Sungguh suatu pola pikir seorang musisi yang tidak berkembang bukan? Dan celakanya hal seperti itu telah membudaya di Indonesia. Untuk itulah pergerakan indie label dalam mengimbangi major label sangat dibutuhkan. Hal ini dilakukan agar pihak major label tidak bisa seenaknya memainkan blantika music Indonesia. Banyak band yang telah membuktikan di indie label, suatu band bisa lebih sukses dan berprestasi dibandingkan dengan band major label. Namun semua itu bukan dengan jalan yang instan pula, semuanya butuh proses dan pemikiran yang luar bisa agar musisi indie label bisa mengimbangi major label. Management yang professional juga sangat mempengaruhi kesuksesan suatu band. Jika suatu band berkonsep seperti itu. Mungkin music di Indonesia akan sangat beragam dan tidak akan didominasi oleh band-band major label. Dan hal itulah yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh penikmat music Indonesia. Konsep indie label yang mandiri akan membuat industri musik indonesia jadi lebih stabil. Sehingga kualitas music Indonesia bisa disetarakan dengan kualitas musik dunia. Dan itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Jika ada keseriusan dari semua pihak, semua itu bisa tewujud dengan kesungguhan. Untuk itu mari kita dukung gerakan indie label di Indonesia.

MUSIK

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

ABOUT EMO N SCREAMO

EMO…Sub-genre dari Hardcore-Punk Musik, muncul pertama kali diawal tahun 1980 an, tepatnya di scene DC Hardcore Punk !!! Band yang mengawali “Gelombang Emo” saat itu adalah : RITES OF SPRING Trus di “populerkan” oleh MOSS ICON, THE HATED, JULIA, UNION OF URANUS,INDIAN SUMMER dll. Emo sendiri udah “mati Suri” di pertengahan tahun 1990 dan emo gak akan pernah jadi SUB-CULTURE…Karena emo TIDAK MEMPUNYAI suatu “Movement / Pergerakan” yg akan mereka perjuangkan, Tidak Seperti PUNK dan HARDCORE (Tapi skrg udah banyak band-band Emo yang mengangkat tema POLITIK dll. Seperti LA QUIETE, AMANDA WOODWARD, etc)

Jadi, NGGAK ADA yang namanya Emo-Pop, Emo-Punk, Emo-Metal, Emo-Goth, Emo-core, Emo-rock, Emo-Coustic (ada sebagian orang menyebut ini sebagai sub-genre or Evolusi dari Emo! TAIK!!!) , and another shitty things !!! Karna apa??? Karna, Emo itu Sudah menjadi AKAR (sub-genre) dari Hardcore Punk musik, gw ulangin, dari Hardcore Punk musik!!! Gak ada kan “akar” dari suatu “akar”?!!? Gampangnya gini, PUNK—HARDCORE—EMO…Emo dari Hardcore, dan Hardcore dari Punk. Jelas???

Cuma SCREAMO yang bisa jadi Sub-category dari EMO itu sendiri. Pada dasarnya,Emo dan Screamo sama aja, sama2 berunsur CATHARSIS (Menyenangkan orang yg mendengarkan) dan masih mempunyai Hardcore ETHIC, itu unsur yg harus dijaga oleh band-band emo,karena mereka berasal dari Hardcore. Hanya saja, klo kita lihat dari segi sound nya, Screamo lebih Chaotic + Lebih banyak Scream nya jika dibandingkan ama band-band emo kebanyakan (Coba dengerin INDIAN SUMMER, truz dengerin ORCHID / P.99), dari situ kalian bakalan tau apa BEDA antara musik EMO dan SCREAMO ;) Lirik juga kebanyakan tentang “kemarahan” dibungkus dalam suatu Epic dan sesekali tentang cinta (Tapi TIDAK cengeng), seperti “Venus & Bacchus” nya SAETIA), karna band-band Screamo seperti :

* 1905
* 49 MORPHINES
* 1000 TRAVEL OF JAWAHARLAL
* AMPERE
* ANGER IS BEAUTIFUL
* AGHAST
* AFTER SCHOOL KNIFE FIGHT
* A FINE BOAT, THAT COFFIN!
* A DAYS REFRAIN
* A DAY IN BLACK AND WHITE
* …
* YOU AND Ietc.

Ter influence dari Sounds Hardcore Punk + Grindcore (Grindcore kan juga termasuk salah satu sub-genre dari Hardcore).
Emo itu Sendiri Kependekan dari EMOTIVE HARDCORE !!! BUKAN EMOTION / EMOTIONAL HARDCORE !!! Disini Telah terjadi kesalahpahaman, Emotional (Dari segi Lirik) yang SEHARUSNYA berarti LUAPAN KEMARAHAN akan SUATU KETIDAK ADILAN malah di artikan sebagai RENGEKAN CENGENG, DEPRESI DIRI karena PUTUS CINTA, atau sesuatu yang berhungan dengan MENYIKSA DIRI SENDIRI dan berakhir dengan BUNUH DIRI!!! SESUATU HAL YANG MENYEDIHKAN DAN TIDAK BERGUNA SAMA SEKALI!!! jika kalian menganggap itu sebagai emo, Lebih baik kalian buat band POP aja!!! Seperti KANGEN band. Tapi vokalnya teriak2 kayak FINCH dll. Hahaha

Disini, for Basically, Kita harus mengerti klo emo tuh Sub-Genre dari Hardcore Punk (Kapan yah gw capek ingetin ini???)… Emo/Screamo tetap menganut filosofi DIY (Do It Yourself ) dari Punk itu sendiri. Jadi, emo TIDAK BISA menjadi “sesuatu” yang MAINSTREAM, Tetapi band – band emo yang seperti gw sebutin di atas itu BISA POPULER seperti hal nya band-band MAINSTREAM lainnya!!! Thankz to God for leading me to the Truth !!!

EMO = STYLE / GAYA HIDUP ??? guyz, kalian SALAH BESAR!!! Emo / Screamo itu HANYA suatu Sub-genre musik!!! Gak lebih!!! Apalagi kalo kalian sampai mempunyai pikiran / pandangan seperti : EMO IS LOVE or EMO IS A WAY OF LIFE or EMO IS SOUL and another dumbass though… guys, itu hanya akan membuat kalian semakin terlihat bodoh!!! Sorry bgt klo gw ngomong seperti ini…but, that’s the fuckin truth guyz!!!

Jika kalian mengerti Akar dari Emo dan apa itu arti emo sebenarnya, maka kalian akan paham suatu hal, Memang sudah seharusnya TIDAK ADA ISTILAH “emo kid”, “emo girl”, “emo boy” atau istilah2 goblok lainnya yang gak ada hubungannya ama Emo!!! Dan juga kalian akan paham bahwa emo tidak ada hubungannya dengan Sexual activities seperti GAY, LESBI, or BISEX!!! Coz EMO/SCREAMO IS JUZT SUB-GENRE from HARDCORE (Charged with PUNK).

Oke, gw udah share sebagian yang gw tau tentang “what the heck is emo???”…gw harap temen-temen yg ada di forum (dan yang baca tulisan ini) jadi mengerti apa itu emo / screamo yang sebenarnya, dan mulai BISA BERHENTI untuk bilang kalo THE USED, FINCH, ALESANA, dll itu adalah band-band emo/screamo (itu sangat2 memalukan)!!! Karena gw bakal seneng liat anak2 muda Indonesia mengerti apa itu emo, tidak Cuma sekedar ikut2an trend yang lagi IN (sudah saatnya Indonesia “sembuh” dari penyakit ‘FALSE EMO’, FASHIONCORE, TEARSCORE, dll.) seperti yang diciptakan oleh MTV bangsat dan MEDIA-MEDIA lain yang ngawur dan gak tau apa2 tentang Emo!!! Kalo ada yg mau diskusi tentang EMO / SCREAMO musick ato segala sesuatu yang berbau Hardcore, silahkan! Bukan kah GROUP ini dibuat agar kita sharing satu sama lain (mskpn sekali2 mencela&mencemooh hihihi) dan untuk pencerahan akan sesuatu??? Iya kan??? Karena gw lebih senang berdiskusi dengan banyak orang daripada dengan 2-3 orang yang sudah gw kenal !!!

So, keep educating yourself guys!!! DIY or DIE !!! Cari sesuatu dari sumber yang jelas, pelajari, dengarkan dan pahamin apa yang kamu percaya (musik maksud gw), diskusikan dengan teman2 kalian, trus sebarkan apa yang kalian tau!!!

Jadi orang “keras kepala” itu bukanlah suatu kejahatan, kalo bisa jadilah orang yang “keras kepala” tapi TAU apa yang kamu pertahanin!!! Jangan Jadi orang yang “keras kepala” tapi tidak tau apa2!!! C’mon guys, itu suatu kebodohan tingkat tinggi!!!seperti…(gak perlu gw sebutin disini nama orangnya, gak etis) Hahaha

Oke then, Everybody is a Winner !!!
Apakah saya & Inno suka EMO?
Inno tidak membenci musik EMO, Inno membenci para banci EMO. Menurut dia, dia udah capek ngelihat orang-orang berkemeja kotak-kotak & kalo foto poni doang yg kelihatan. Sementara saya, saya suka musik EMO, jujur saja. Meskipun saya tidak suka gaya anak-anak EMO. Kenapa saya suka EMO? Mungkin karena sempat berpacaran dengan seorang EMO-freak (dia cinta EMO, tapi tanpa kaos press badan warna hitam & kemeja kotak-kotak maupun skinny jeans. Dia lebih suka pakai celana pendek lalu main futsal), sehingga terinfluencelah saya dengan musik yg ia suka. Namun itu pun tidak banyak. Kemungkinan lain, mengapa saya menyukai EMO, adalah karena liriknya itu sendiri yg beberapa di antaranya emosional. Kadang mampu membuat menangis. & EMO itu bagi saya termasuk easy-listening, & saya sebut EMO gembira!